IBX5A5EF0CD2FBA1

Monday, May 6, 2013

CLONING HARDDISK TO HARDDISK OS MENGGUNAKAN CLONEZILLA

Posted by Adi Surya Kencana on 1:20 AM with No comments
Siapkan Sebuah PC yang sudah Terinstall OS lengkap beserta program yang dibutuhkan di dalamnya.... XP / LINUX

Syarat Cloning :
Sebaiknya Spesifikasi Hardware Sama dengan yang akan di Cloning

Setelah dirasa lengkap sekarang kita masuk ke CLONING

Masukkan CD CLONEZILLA ( pilih first boot ke arah CD )

Tampilan Awal :

Pilih Clonezilla, Selanjutnya Anda akan diminta memilih memilih bahasa, karena bahasa Indonesia tidak/belum tersedia pilih default (Bahasa Inggris) saja. 

Tampilannya seperti di bawah ini :
Pilih Antar muka Bahasa
Pilih Antar muka Bahasa

Pilih Don’t touch keymap, lalu tekan OK [dengan tombol ENTER di keyboard]
Don’t touch keymap

Anda akan selalu diberi pilihan dalam setiap langkah, kali ini yang saya pilih ‘Start_Clonezilla
Start clonezilla
Langkah selanjutnya juga akan ada pilihan, apakah Anda akan memilih ‘device-image‘ atau ‘device-device‘. 

 Device-image adalah pilihan yang tepat jika Anda ingin mengclone sebuah hardisk dan menyimpannya dalam bentuk image baik di ftp server maupun melalui samba. 

Sedangkan Device-device adalah pilihan yang saya ambil karena saya hendak mengclone sebuah hardisk ke hardisk lain secara langsung. 
Catatan : Dua hardisk telah terpasang pada CPU/motherboard.
device-device
Beginer-Beginner mode : Accept the default options” akan menjadi pilihan yang tepat untuk Saya dan Anda yang hendak melakukan cloning tanpa perlu berpusing-pusing ria dengan pilihan yang lebih rumit.

Beginer-Beginner mode : Accept the default options
Dan karena saya saya melakukan cloning hdd satu ke hdd yang lain dalam 
PC saya, maka pilihan yang perlu saya ambil adalah “disk_to_local_disk

disk_to_local_disk

Catat tipe HDD yang akan diclone, baik source (sumber) maupun destination (tujuan). Jika ternyata hdd yang akan diclone identik, berarti anda perlu mencatat nomor serinya agar tak tertukar saat memilih hdd source/destination. Perlu diingat bahwa letak source belum tentu di atas pada saat ditampilkan daftar hdd pada saat cloning. Perhatikan nomor seri hardisk.

Tentukan Hdd Sumber
 Tentukan hdd tujuan (biasanya hdd sumber yang sebelumnya sudah dipilih tidak muncul lagi).



Proses selanjutnya adalah proses konfirmasi, cukup mengetikkan ‘y’ lalu enter.
Proses konfirmasi cloning – ikuti petunjuk selanjutnya.
Sampai di sini saya belum berhasil menampilkan tangkapan layar [screenshot] langkah selanjutnya, tangkapan layar yang sebelumnya saya ambil melalui virtual machine VBOX. Tapi secara umum dapat saya gambarkan begini : Anda akan diminta untuk memilih mana hdd source/sumber dan destination/tujuan cloning, dan Anda akan diminta untuk konfirmasi apakah Anda yakin dengan apa yang sedang Anda lakukan.
Tekan Y (yes) saja hingga berjalan selesai.
 
Proses cloning normalnya tidak akan berlangsung begitu lama, tidak sampai berjam-jam. Kecuali jika memang hdd yang diclone ukurannya sangat besar.
Selesai proses cloning, tinggal diujicoba apakah berhasil atau gagal. Lepas hdd yang dijadikan sebagai sumber, lalu boot dengan hdd hasil cloningan. Ta-Raaaaaa....Hasilnya pasti sama :)

0 comments:

Post a Comment